Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Breaking News » Ratu Dewa Dorong Palembang Jadi Kota Inklusif, Libatkan Warga dalam Pembangunan

Ratu Dewa Dorong Palembang Jadi Kota Inklusif, Libatkan Warga dalam Pembangunan

  • account_circle palembangterciduk@gmail.com
  • print Cetak

Pemerintah Kota Palembang mulai mematangkan gagasan pembangunan kota inklusif berbasis kolaborasi masyarakat.

 

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa menegaskan pentingnya perubahan paradigma pembangunan kota yang tidak lagi hanya berorientasi pada pemerintah, tetapi melibatkan seluruh elemen masyarakat secara aktif.

 

Hal itu disampaikan usai audiensi dan paparan riset dari Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, Selasa (20/5/2026).

 

Menurut Ratu Dewa, konsep kota inklusif perlu diformalkan melalui regulasi daerah agar memiliki arah pembangunan jangka panjang yang jelas dalam menghadapi tantangan global.

 

“Kita ingin bicara tentang Palembang sebagai kota cerdas dan kota untuk semua. Pendekatannya tidak bisa parsial atau hanya dari pemerintah saja, tetapi harus kolaboratif dan partisipatif,” ujarnya.

 

Ia mengatakan, pembangunan kota inklusif nantinya tidak hanya menyasar sektor tertentu, tetapi mencakup pemberdayaan UMKM, penguatan industri, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan.

 

Ratu Dewa juga menilai kajian komprehensif dari kalangan akademisi sangat dibutuhkan untuk membantu Pemkot menentukan langkah strategis dalam perencanaan pembangunan daerah.

 

Sementara itu, Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, Hurriyah menjelaskan, hasil kajian bersama Pemkot Palembang menemukan tiga tantangan utama dalam mewujudkan kota inklusif.

 

Pertama, tata kelola kebijakan yang dinilai masih berjalan sektoral dan belum terintegrasi dalam satu kerangka pembangunan kota untuk semua.

 

Kedua, persoalan regulasi yang belum kuat, termasuk belum rampungnya Perda RTRW yang menjadi payung kebijakan penataan kota.

 

Ketiga, partisipasi publik yang dinilai masih bersifat formalistik dan belum benar-benar melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan.

 

“Selama ini program pemerintah sudah banyak, tetapi masyarakat masih ditempatkan sebagai objek penerima manfaat. Padahal yang ingin dibangun adalah rasa memiliki bersama terhadap kota dan kebijakan yang dijalankan,” jelas Hurriyah.

 

Ia mencontohkan pembinaan ribuan UMKM dan puluhan komunitas di Palembang yang dinilai sudah baik, namun belum dibingkai dalam konsep besar pembangunan kota inklusif.

 

Karena itu, Puskapol UI merekomendasikan agar Palembang segera menyusun Perda Kota Inklusif yang melibatkan berbagai pihak mulai dari komunitas masyarakat, pelaku usaha, akademisi, hingga kelompok yang terdampak langsung oleh kebijakan.

 

Hurriyah menegaskan, pelibatan multi stakeholder tersebut tidak boleh sekadar simbolis, melainkan harus menjadi ruang berbagi gagasan dan pengambilan keputusan bersama.

 

“Paradigmanya harus berubah. Bukan lagi pemerintah membangun untuk warga, tetapi pemerintah bersama warga membangun kota,” katanya.

 

Ia juga menyebut pembangunan kota inklusif tidak dapat diwujudkan secara instan, melainkan melalui perubahan paradigma dan penerapan bertahap lewat berbagai proyek percontohan.

 

Dalam paparannya, Puskapol UI turut memberikan contoh praktik pembangunan inklusif di sejumlah kota di Indonesia maupun luar negeri, termasuk pelibatan masyarakat dalam penataan kawasan permukiman dan pembangunan berbasis kebutuhan warga.

 

Selain itu, Hurriyah menilai tantangan terbesar bukan hanya pada regulasi, tetapi juga bagaimana birokrasi mampu menerjemahkan gagasan besar tersebut menjadi kebijakan nyata di lapangan.

 

“Yang penting sekarang bagaimana ide ini dipahami bersama, lalu mulai membangun dialog yang lebih terbuka dengan masyarakat dan berbagai pihak,” pungkasnya.

  • Penulis: palembangterciduk@gmail.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratu Dewa Apresiasi Kedai ADO Presisi, Siapkan 500 SIM Gratis untuk Ojol

    Ratu Dewa Apresiasi Kedai ADO Presisi, Siapkan 500 SIM Gratis untuk Ojol

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle palembangterciduk@gmail.com
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan menghadiri peluncurkan Kedai ADO Presisi secara serentak di 17 kabupaten dan kota di wilayah Sumatera Selatan.   Sebanyak 21 kedai telah diresmikan sebagai wadah kolaborasi antara kepolisian dan komunitas pengemudi ojek online (ojol). Kehadiran kedai Ado ini diharapkan menjadi solusi bagi pemberdayaan ekonomi dan […]

  • Ini Denda dan Sanksi Sosial bagi Pembuang Sampah Sembarangan di Palembang

    Ini Denda dan Sanksi Sosial bagi Pembuang Sampah Sembarangan di Palembang

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle palembangterciduk@gmail.com
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Palembang mulai bergerak tegas dalam penanganan persoalan sampah.   Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, didampingi Sekretaris Daerah Aprizal Hasyim, resmi mensosialisasikan tata cara penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga di kawasan Pelataran Kambang Iwak (KI), Jumat (15/5/2026).   Sosialisasi tersebut menjadi penanda dimulainya penerapan aturan […]

  • Polemik Dualisme PB PGRI Memanas, Dua Kubu Tegaskan Legalitas Kepengurusan di Sumsel

    Polemik Dualisme PB PGRI Memanas, Dua Kubu Tegaskan Legalitas Kepengurusan di Sumsel

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle palembangterciduk@gmail.com
    • visibility 29
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Polemik dualisme kepengurusan di tubuh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kembali menghangat dan mulai berdampak hingga tingkat daerah. Di Sumatera Selatan, perdebatan mengenai legalitas kepengurusan semakin mengemuka setelah munculnya klaim legitimasi dari kubu yang berbeda di tingkat Pengurus Besar (PB) PGRI.   Ketua PGRI Sumatera Selatan, Bukman Lian, menegaskan bahwa sengketa yang terjadi […]

  • Diduga Diserobot dan Dirusak, Kebun Sawit 12 Hektare di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel

    Diduga Diserobot dan Dirusak, Kebun Sawit 12 Hektare di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle palembangterciduk@gmail.com
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Palembang – Ratusan warga yang tergabung dalam sebuah koperasi di Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, melaporkan dugaan penyerobotan dan pengrusakan kebun sawit seluas sekitar 12 hektare ke Polda Sumatera Selatan. Akibat peristiwa tersebut, para anggota koperasi mengaku mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp1,3 miliar. Laporan resmi disampaikan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel […]

  • Sosialisasi Permendikdasmen 4/2026, Ratu Dewa Dorong Pembentukan Satgas Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

    Sosialisasi Permendikdasmen 4/2026, Ratu Dewa Dorong Pembentukan Satgas Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle palembangterciduk@gmail.com
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, membuka Sosialisasi Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Advokasi dalam rangka mendorong pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, yang digelar di Gedung Graha Serbaguna, Kamis (11/6/2026).   Kegiatan tersebut merupakan langkah konkret dalam mengimplementasikan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan bagi Pendidik […]

  • “Tindak Lanjuti Arahan Direksi, Perumda Pasar Palembang Jaya Gerak Cepat Perbaiki Atap Pasar Kebon Semai”

    “Tindak Lanjuti Arahan Direksi, Perumda Pasar Palembang Jaya Gerak Cepat Perbaiki Atap Pasar Kebon Semai”

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle palembangterciduk@gmail.com
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Menindaklanjuti laporan dari Kepala Pasar Kebon Semai terkait kondisi atap pasar yang mengalami kerusakan dan kebocoran, Direksi Perumda Pasar Palembang Jaya langsung menginstruksikan percepatan penanganan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan dengan aman dan nyaman.   Sebagai tindak lanjut atas arahan tersebut, Kepala Bagian Pembangunan, Pemasaran dan Bisnis Perumda Pasar Palembang Jaya, Muhamad Fadly, bersama Tim […]

expand_less