Ratu Dewa Tinjau PSEL Palembang, Sampah 1.100 Ton Sehari Disulap Jadi Listrik
- account_circle palembangterciduk@gmail.com
- print Cetak

PALEMBANG, – Wali Kota Palembang Ratu Dewa kembali melakukan kunjungan ke fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Palembang di kawasan Keramasan, Kecamatan Kertapati.
Kali ini, Ratu Dewa ingin memastikan dengan melihat secara langsung perkembangan dan kesiapan operasional PSEL setelah memasuki tahapan pembakaran dan pengolahan sampah.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Palembang meninjau sejumlah bagian penting dalam rangkaian proses pengolahan sampah.
Mulai dari penerimaan dan pasokan sampah, proses pembakaran, hingga pembangkitan energi listrik. Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian adalah konsistensi pasokan sampah ke fasilitas PSEL.
Saat ini, pasokan sampah telah berjalan sesuai dengan kebutuhan yang ditargetkan, dengan capaian sekitar 1.100 ton per hari selama 10 hari berturut-turut.
Capaian tersebut menjadi indikator penting dalam kesiapan sistem persampahan Kota Palembang untuk mendukung keberlangsungan operasional PSEL.
Konsistensi pasokan tidak terlepas dari pengaturan armada pengangkutan, ritase, serta koordinasi antara Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang dengan pihak pengelola PSEL.
Pasokan sampah yang stabil menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga keberlangsungan proses pengolahan.
Dengan tersedianya sampah secara konsisten, fasilitas PSEL dapat menjalankan proses pembakaran sesuai kebutuhan dan kapasitas yang direncanakan.
Dari sisi proses pengolahan, perkembangan PSEL juga menunjukkan hasil yang positif. Dua tungku pembakaran telah beroperasi dengan baik dan berjalan tanpa kendala berarti.
Pengoperasian dua tungku tersebut merupakan bagian penting dalam proses pengolahan sampah menjadi energi.
Sampah yang diterima dari sistem pengangkutan selanjutnya diproses melalui fasilitas pembakaran untuk menghasilkan energi panas yang kemudian dimanfaatkan dalam proses pembangkitan listrik.
Beroperasinya dua tungku secara baik menunjukkan bahwa fasilitas telah mampu menjalankan proses pengolahan secara lebih optimal.
Pemerintah Kota Palembang bersama pihak pengelola terus melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh rangkaian proses berjalan dengan baik dan aspek keselamatan serta lingkungan tetap menjadi perhatian.
Selain proses pembakaran, kesiapan fasilitas pendukung juga menjadi bagian penting dalam memastikan PSEL dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses pembakaran, tetapi juga mencakup pengendalian emisi, pemantauan lingkungan, serta pengelolaan residu yang dihasilkan dari proses pengolahan.
Perkembangan positif juga terlihat dari sisi pembangkitan energi listrik. Kapasitas pembangkit sebesar 17,7 MW telah terpenuhi untuk disalurkan ke PLN.
Capaian tersebut menjadi bagian penting dari tujuan utama PSEL, yaitu mengolah sampah sekaligus memanfaatkannya sebagai sumber energi listrik.
Dengan demikian, sampah yang sebelumnya hanya menjadi beban dalam sistem persampahan dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi.
Pemanfaatan energi dari sampah juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.
PSEL diharapkan dapat mendukung pengurangan beban sampah yang harus ditangani di tempat pemrosesan akhir sekaligus memberikan manfaat tambahan berupa energi listrik.
Kunjungan Wali Kota Palembang ke PSEL menjadi momentum untuk melihat langsung perkembangan fasilitas sekaligus memastikan kesiapan berbagai aspek pendukung operasional.
Keberhasilan PSEL tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fasilitas pengolahan, tetapi juga oleh sistem persampahan secara keseluruhan.
Karena itu, penguatan sistem pengumpulan dan pengangkutan sampah dari berbagai wilayah Kota Palembang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasional PSEL.
PSEL Kota Palembang menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sampah dari pola konvensional menuju sistem yang mengedepankan pengolahan dan pemanfaatan sampah.
Pemerintah Kota Palembang akan terus memastikan bahwa pengembangan PSEL berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan persampahan.
Mulai dari pengumpulan di tingkat wilayah, pengangkutan, penimbangan, suplai ke fasilitas, proses pengolahan, hingga pengelolaan residu dan pemantauan lingkungan perlu berjalan sebagai satu kesatuan.
Pemerintah Kota Palembang bersama seluruh pihak terkait akan terus melakukan pengawasan, evaluasi, dan penyempurnaan untuk memastikan PSEL dapat memberikan manfaat bagi pengelolaan sampah sekaligus mendukung pemanfaatan energi bagi Kota Palembang.
- Penulis: palembangterciduk@gmail.com






Saat ini belum ada komentar