Kabut Asap Selimuti Palembang, Ratu Dewa Sebut Dampak Karhutla Daerah Sekitar
- account_circle palembangterciduk@gmail.com
- print Cetak

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyebut kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang sebagian besar merupakan dampak akumulasi asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah sekitar.
Berdasarkan laporan BMKG, titik panas atau firespot terpantau di beberapa daerah yang berada di sekitar Palembang, mulai dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Banyuasin, PALI hingga Muara Enim.
Ratu Dewa menjelaskan, secara geografis Palembang berada di wilayah dataran rendah yang berdekatan dengan sungai dan laut. Kondisi tersebut membuat pergerakan udara dari wilayah sekitar dapat membawa asap menuju Kota Palembang.
“Wilayah Sumbagsel angin masih bergerak dari arah timur, tenggara, dan selatan menuju ke arah utara dan barat laut dengan kecepatan mulai 3–40 km/jam,” jelas Ratu Dewa.
Meski sebagian besar merupakan asap kiriman, ia mengakui kebakaran lahan di dalam wilayah Kota Palembang juga masih terjadi.
Dalam sehari, petugas disebut dapat menangani sekitar 10 hingga 14 kejadian kebakaran lahan di sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Stadion Jakabaring, belakang Lapas Sematang Borang, hingga Talang Betutu.
“Terkadang petugas kita sampai subuh melakukan pemadaman di wilayah yang terbakar di Palembang, tapi berhasil dipadamkan saat itu juga,” katanya.
Ratu Dewa menegaskan, kondisi kabut asap di Palembang saat ini merupakan akumulasi sebaran asap dari sejumlah titik karhutla yang berada di sekitar wilayah Kota Palembang.
“Kota Palembang terdampak akumulasi sebaran asap akibat karhutla yang terjadi di beberapa titik firespot yang ada di seputaran wilayah Kota Palembang,” pungkasnya.
- Penulis: palembangterciduk@gmail.com






Saat ini belum ada komentar