Asap Karhutla Banyuasin Kembali Selimuti Palembang, Lahan Diduga Milik Perusahaan Sawit Disorot
- account_circle palembangterciduk@gmail.com
- print Cetak

PALEMBANG sebagai salah kota yang terdampak parah akibat karhutla kabupaten tetangga, memacu Wali Kota PALEMBANG Ratu Dewa memberikan warning siaga bagi jajarannya.
Sejak Sabtu siang 4 Oktober 2026, petugas BPBD Kota Palembang berjibaku bersama dengan petugas lain memadamkan kebakaran lahan di seputaran Talang Jambe, Banyuasin yang berbatasan dengan kota Palembang.
”Jadi kita meninjau ada empat titik firespot. Kami ingin pastikan lahan yang terbakar itu berada di Palembang atau Banyuasin,” kata Ratu Dewa dalam video yang diunggah diakun pribadinya Minggu 4 Oktober 2026.
Karena lintas daerah, Ratu Dewa menegaskan tetap bantu memadamkan kebakaran tersebut. Walaupun lahan yang terbakar itu bukan wilayah Palembang.
”Api sudah bisa kita kendalikan bersama,” kata Ratu Dewa. Seperti dikutip dalam video itu terungkap jika lahan yang terbakar milik PT Peraga.
Lahan PT Peraga berada di kabupaten Banyuasin diduga ditelantarkan dan bekas lahan sawit.
Menurut Ratu Dewa, dirinya akan melaporkan ke Gubernur Sumsel, karena lahan yang terlantar kerap menjadi penyebab utama kebakaran lahan.
”Semalam di areah CGC juga, Pemkot Palembang jugo yang turut memadamkan.”
”Asepnyo balek ke Palembang,” tegas Wali Kota Palembang. Pemkot Palembang akan meminta tanggungjawab kepada perusahan tersebut.
Berdasarkan data, total hotspot di Kabupaten Banyuasin 248, dengan 192 kebakaran lahan gambut dan sisanya mineral.
Menyikapi situasi dan tidak ingin terulang kedepan, Ratu Dewa sudah menginstruksikan Asisten I agar menyusun draf Perwali.
” Kami akan siapkan sanksi tegas bagi perusahaan yang menelantarkan lahannya,” tegas Ratu Dewa.
- Penulis: palembangterciduk@gmail.com






Saat ini belum ada komentar