Ratu Dewa Minta Maaf soal Ucapan “Enjoy” di Tengah Kabut Asap
- account_circle palembangterciduk@gmail.com
- print Cetak

PALEMBANG – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Kota Palembang terkait potongan video wawancaranya mengenai kata “enjoy” di tengah bencana kabut asap yang viral di media sosial.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ratu Dewa menyadari bahwa pilihan kata yang ia sampaikan dalam sesi wawancara tersebut kurang tepat hingga memicu kekecewaan dan kemarahan publik.
Ia menegaskan tidak ada niat sedikit pun untuk mengabaikan kondisi masyarakat yang sedang berjuang melintasi ancaman polusi udara pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ratu Dewa menjelaskan bahwa frasa tersebut dilontarkan bukan bermaksud menunjukkan rasa senang atau menganggap remeh krisis kabut asap yang sedang melanda daerahnya.
Maksud utama dari pernyataannya adalah mengenai sikap seorang kepala daerah yang dituntut untuk tetap tenang dan tidak panik dalam memimpin penanggulangan situasi krisis agar dapat mengambil keputusan strategis secara bijak.
“Pertama, saya meminta maaf kepada masyarakat Kota Palembang kalau ucapan saya soal ‘enjoy’ kemarin menyinggung atau membuat masyarakat merasa saya tidak peduli. Saya paham kondisi sekarang tidak mudah. Kabut asap ini berdampak ke masyarakat, terutama kesehatan anak-anak dan warga kita.
Jadi tidak ada maksud saya untuk mengatakan bahwa saya senang atau menikmati kondisi seperti ini. Sama sekali tidak,” tegas Ratu Dewa.
Ia mengakui bahwa pilihan diksi yang ia gunakan menimbulkan salah penafsiran di tengah keresahan publik.
“Yang saya maksud, dalam menghadapi situasi seperti ini, seorang pemimpin harus tetap tenang, jangan ikut panik, supaya bisa berpikir dan mengambil keputusan dengan baik. Tapi saya akui, mungkin pilihan kata saya kurang tepat. Untuk itu saya mohon maaf,” tambahnya.
Komitmen Jajaran Pemkot dan Satgas di Lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Ratu Dewa menekankan bahwa Pemerintah Kota Palembang bersama jajaran Satgas gabungan terus bekerja ekstra dalam menanggulangi dampak karhutla serta memprioritaskan proteksi kesehatan warga.
Ia merinci bahwa tim Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Kota Palembang siaga setiap hari memadamkan titik api, sementara petugas kesehatan dikerahkan melakukan jemput bola serta mengoperasikan posko kesehatan.
Selain itu, jajaran kecamatan dan kelurahan terus mengedukasi warga agar disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Dengan kerendahan hati, saya meminta maaf dengan warga yang terdampak karhutla. Yang jelas, saya tetap peduli dan kami di Pemerintah Kota Palembang akan terus bekerja untuk menangani persoalan ini dan melindungi masyarakat,” pungkasnya.
- Penulis: palembangterciduk@gmail.com






Saat ini belum ada komentar