Taksi Listrik SM Green Ramai di Palembang, Ini Kata Ratu Dewa
- account_circle palembangterciduk@gmail.com
- print Cetak

Kehadiran taksi listrik asal Vietnam, SM Green, di Kota Palembang menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Kehadiran moda transportasi berbasis baterai ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan angkutan umum yang telah lebih dulu beroperasi, seperti LRT, Feeder LRT, hingga transportasi berbasis aplikasi daring.
Menanggapi pro dan kontra tersebut, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa kehadiran taksi listrik SM Green bukan untuk menggantikan atau menggusur angkutan massal yang sudah ada.
Menurutnya, taksi listrik tersebut justru dihadirkan sebagai moda transportasi penunjang dan pelengkap dalam ekosistem transportasi di Kota Palembang.
Pelengkap Transportasi Massal
Ratu Dewa menjelaskan, operasional kendaraan listrik tersebut mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2023 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.
“Taksi listrik ini sebagai pelengkap, bukan pengganti angkutan massal daerah. Kehadiran armada listrik membantu mempercepat transisi energi bersih di Palembang tanpa membebani APBD,” ujar Ratu Dewa.
Ia menyebut, taksi listrik menyasar segmen masyarakat tertentu dan dapat menjadi alternatif transportasi umum yang lebih ramah lingkungan serta efisien.
Untuk menjaga keseimbangan ekosistem transportasi di Palembang, Pemerintah Kota Palembang juga melakukan pembatasan terhadap jumlah armada yang dapat beroperasi.
Dengan demikian, kehadiran SM Green diharapkan dapat berjalan berdampingan dengan transportasi massal yang telah tersedia, sekaligus mendukung pengembangan transportasi ramah lingkungan di Kota Palembang.
- Penulis: palembangterciduk@gmail.com






Saat ini belum ada komentar