Asap Pekat Kepung Palembang, ISPU Tembus 717: Hanya 3 Titik Karhutla di Dalam Kota
- account_circle palembangterciduk@gmail.com
- print Cetak

PALEMBANG, – Dari total 66 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terpantau di Sumatera Selatan hari ini, hanya 3 titik karhutla berada di wilayah Kota Palembang.
Sisanya 63 titik api penyebab kebakaran hutan dan lahan tersebar di luar Kota Palembang.
”Petugas kami terus berjibaku memadamkan lahan yang terbakar, sejak kemarin sore,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana yang juga Kadis Kominfo Kota Palembang, Kemas Haekal, Rabu 7 Oktober 2026.
Fakta ini, mempertegas statemen Wali Kota Palembang Ratu Dewa, bahwa asap pekat yang mengepung Kota Palembang dipastikan kiriman dari luar daerah.
”Jadi bukan dari kebakaran lahan di dalam kota Palembang,” tegas Haekal.
Berdasarkan update kondisi pemadaman kebakaran per Rabu 7 Oktober 2026 pukul 00.00 s/d 23.59 WIB, tiga lokasi kebakaran lahan di Palembang itu adalah:
1. Pukul 09.22 – 10.35 WIB: Kebakaran lahan di Perumahan Orison View, Kel. Talang Jambe, Kec. Sukarami. Dipadamkan oleh Unit 05 Pos AAL dan 01 Pos Kemuning (Selesai).
2. Pukul 13.22 – 14.12 WIB: Kebakaran lahan di Perumahan Putramas Residence 2, Jl. Gotong Royong, Kel. Talang Jambe, Kec. Sukarami. Dipadamkan oleh Unit 05 Pos AAL (Selesai).
3. Pukul 13.34 – 16.35 WIB: Kebakaran lahan di Jl. Mayor Jend. Satibi Darwis, Kel. Karya Jaya, Kec. Kertapati. Dipadamkan oleh Unit 20 dan P2 Pos Gandus, Unit 23 Pos Kertapati (Selesai).
Meski kebakaran di dalam kota sudah padam, dampak kiriman asap dari luar membuat kualitas udara Palembang terus memburuk.
Data ISPUnet KLHK Stasiun Palembang Bukit Kecil per 07-Oktober-2026 pukul 17:00 WIB mencatat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencapai 717 dengan kategori BERBAHAYA, dengan parameter kritis PM10.
Kondisi tersebut diartikan sebagai tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat.
Sementara itu, tren karhutla Sumsel dalam 7 hari terakhir masih fluktuatif dan tinggi. Berdasarkan data Pusdalops BPBD Provinsi Sumsel, setelah sempat turun ke 53 kejadian pada 5 Oktober, angka kejadian kembali naik menjadi 66 kejadian pada 6 Oktober. Rinciannya: 30 Sep (70), 1 Okt (76), 2 Okt (70), 3 Okt (68), 4 Okt (58).
Total akumulasi kejadian karhutla di Sumsel sejak Januari hingga 6 Oktober 2026 tercatat sebanyak 4.602 kejadian.
- Penulis: palembangterciduk@gmail.com






Saat ini belum ada komentar