Ratu Dewa Luruskan Pernyataan “Enjoy” di Tengah Kabut Asap: Bukan Tak Peduli, Tapi Harus Tetap Tenang Hadapi Krisis
- account_circle palembangterciduk@gmail.com
- print Cetak

PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang mengutip pernyataan Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengenai kondisi kualitas udara, ancaman kabut asap, serta meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah masyarakat.
Pernyataan Ratu Dewa yang sebelumnya dikaitkan dengan istilah “enjoy” dinilai berpotensi menimbulkan persepsi seolah-olah dirinya merasa nyaman atau tidak memperdulikan kondisi masyarakat yang tengah menghadapi dampak kabut asap.
Pemkot Palembang menegaskan, pemaknaan tersebut tidak sesuai dengan konteks pernyataan secara utuh.
Istilah “enjoy” yang disampaikan Ratu Dewa bukan dimaksudkan sebagai rasa senang, nyaman, apalagi bentuk ketidakpedulian terhadap penderitaan warga. Sebaliknya, istilah tersebut merujuk pada pentingnya seorang pemimpin tetap tenang, mampu mengendalikan diri dan tidak ikut larut dalam kepanikan ketika menghadapi situasi krisis.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan bahwa dirinya prihatin terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kabut asap, kekeringan, keterbatasan air bersih, maupun ancaman gangguan kesehatan.
“Tidak ada kata ‘enjoy’ dalam arti senang atau nyaman ketika warga sedang menderita. Yang saya maksud adalah seorang pemimpin harus tetap tenang dan mampu mengendalikan diri dalam menghadapi krisis. Kalau pemimpin ikut panik, tentu akan lebih sulit mencari solusi dan mengambil keputusan yang tepat. Ketegaran itu bukan berarti tidak peduli, melainkan cara untuk tetap fokus bekerja melindungi masyarakat,” tegas Ratu Dewa, Selasa (6/10/2026), kepada Sripoku.com.
Menurut Ratu Dewa, ketenangan seorang pemimpin harus dibuktikan melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan. Karena itu, seluruh jajaran Pemkot Palembang diminta tetap turun ke lapangan, mendengar langsung keluhan masyarakat dan memastikan langkah penanganan dilakukan secara cepat serta tepat sasaran.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat, terutama terhadap dampak asap, kesehatan anak-anak, dan kebutuhan air bersih. Karena itu, Pemkot Palembang terus berkoordinasi dan bekerja bersama seluruh pihak untuk menangani persoalan ini. Kami tidak menganggap kondisi ini ringan, tetapi justru berusaha tetap fokus agar langkah penanganannya tepat,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat, Pemkot Palembang juga telah menginstruksikan sejumlah langkah penanganan di lapangan.
Di sektor kesehatan, puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kualitas udara dan ISPA.
Pembagian masker juga terus dilakukan, terutama kepada kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak polusi udara, seperti anak-anak dan lanjut usia.
Pemkot Palembang turut memperkuat koordinasi dengan Satgas Karhutla dan instansi terkait untuk melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk pembasahan jalan, distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan, serta langkah perlindungan terhadap anak-anak di lingkungan sekolah.
Penyesuaian jam maupun kegiatan belajar mengajar juga menjadi bagian dari langkah antisipasi apabila kondisi kualitas udara dinilai berisiko bagi kesehatan peserta didik.
Ratu Dewa menegaskan, situasi krisis membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga ketenangan sekaligus bergerak cepat mengambil keputusan.
“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama menghadapi persoalan ini. Pemerintah hadir, mendengar masyarakat dan bekerja mencari solusi. Jangan sampai perbedaan pemaknaan sebuah istilah justru mengalihkan perhatian kita dari persoalan utama, yaitu keselamatan dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
- Penulis: palembangterciduk@gmail.com






Saat ini belum ada komentar