Mengapa Kabut Asap di Palembang Lebih Pekat pada Malam dan Pagi Hari?
- account_circle palembangterciduk@gmail.com
- print Cetak

Kabut asap tidak hanya dipengaruhi oleh banyaknya titik kebakaran, tetapi juga oleh kondisi cuaca dan atmosfer. Pada malam hari, suhu udara menurun dan atmosfer menjadi lebih stabil sehingga asap cenderung tertahan di dekat permukaan tanah.
Menjelang subuh, kelembapan udara meningkat. Partikel asap bercampur dengan udara lembap sehingga kabut asap tampak lebih tebal dan jarak pandang dapat berkurang.
Sementara itu, pada siang hari sinar matahari memanaskan permukaan bumi sehingga udara lebih aktif bergerak dan membantu menyebarkan asap ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi.
Perlu diketahui, asap yang berada di Palembang tidak selalu berasal dari kebakaran di dalam kota. Arah angin dapat membawa asap dari wilayah lain menuju Palembang.
Angin menentukan ke mana asap bergerak, sedangkan kondisi atmosfer menentukan seberapa cepat asap menyebar atau bertahan.
Sumber: BMKG & Windy.com
- Penulis: palembangterciduk@gmail.com






Saat ini belum ada komentar