Ratu Dewa Tegaskan PSEL Palembang Mulai Uji Pembakaran, 1.100 Ton Sampah Siap Diolah
- account_circle palembangterciduk@gmail.com
- print Cetak

PALEMBANG– Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Palembang memasuki tahapan penting dalam proses *commissioning*. Setelah melalui serangkaian persiapan dan pengujian sistem, fasilitas PSEL mulai melakukan uji pembakaran perdana sampah.
Uji coba tersebut dilakukan pada **23 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB**, dengan total sampah yang telah dikumpulkan mencapai sekitar **1.100 ton**.
Wali Kota Palembang **Ratu Dewa** mengatakan, uji pembakaran perdana tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian *commissioning* PSEL Kota Palembang.
“Ini menjadi salah satu momentum penting dalam proses *commissioning* PSEL Kota Palembang, sekaligus menandai dimulainya pengujian proses pengolahan sampah secara langsung,” kata Ratu Dewa, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mengoptimalkan ketersediaan pasokan sampah sebagai bahan baku utama PSEL.
Ratu Dewa menyebutkan, pengaturan suplai sampah telah dimulai sejak 1 September 2026. Sampah yang sebelumnya dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sukawinatan secara bertahap mulai diarahkan ke fasilitas PSEL di kawasan Keramasan.
“Kita sudah mulai sejak 1 September lalu. Sampah yang biasanya ke Sukawinatan, sekarang kita arahkan bertahap ke Keramasan. Saya minta ritase armada dioptimalkan, penimbangan dan pencatatan harus transparan. Karena keberlangsungan PSEL sangat tergantung suplai di hulu,” tegasnya.
### 1.100 Ton Sampah Dikumpulkan
Selama periode 1 hingga 23 September 2026, DLH Kota Palembang melakukan pengaturan armada dan ritase pengangkutan sampah dari berbagai wilayah kota.
Selain memastikan kelancaran distribusi, DLH juga melakukan proses penerimaan, penimbangan serta pencatatan tonase setiap sampah yang masuk ke fasilitas PSEL.
Dalam periode tersebut, total sampah yang berhasil dikumpulkan dari berbagai penjuru Kota Palembang tercatat mencapai lebih dari **1.100 ton**.
Setiap kendaraan pengangkut sampah yang memasuki fasilitas PSEL terlebih dahulu menjalani pemeriksaan sebelum sampah diarahkan menuju area bunker.
Sampah tersebut kemudian dipersiapkan sebagai bahan bakar dalam proses pengolahan menggunakan teknologi **stoker moving grate**.
Ratu Dewa optimistis pasokan sampah ke PSEL akan terus meningkat seiring dengan optimalisasi sistem pengangkutan dan pengaturan ritase armada.
“Kami yakin, suplai sampah tersebut akan terus meningkat seiring waktu,” ujarnya.
### Pastikan Bahan Baku PSEL Terpenuhi
Pengaturan suplai sampah menjadi bagian penting dalam tahapan *commissioning* PSEL. Pemerintah Kota Palembang melalui DLH terus melakukan berbagai persiapan untuk memastikan ketersediaan bahan baku sekaligus kesiapan sistem penerimaan sampah di fasilitas tersebut.
Armada pengangkutan sampah yang selama ini melayani wilayah Kota Palembang diarahkan untuk mengoptimalkan ritase sehingga pasokan sampah dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Dengan dimulainya uji pembakaran perdana, proses *commissioning* PSEL Kota Palembang kini memasuki tahap pengujian pengolahan sampah secara langsung.
Pemerintah Kota Palembang selanjutnya akan terus melakukan pemantauan terhadap proses suplai, penerimaan, penimbangan dan pengolahan sampah guna mendukung kelancaran operasional PSEL.
- Penulis: palembangterciduk@gmail.com






Saat ini belum ada komentar